Manfaat Masker Kefir untuk Wajah

Home  >>  Info/Artikel  >>  Manfaat Masker Kefir untuk Wajah

Manfaat Masker Kefir untuk Wajah

On February 9, 2018, Posted by , in Info/Artikel, With Comments Off on Manfaat Masker Kefir untuk Wajah

12606907_10208426567961950_686205355_n

Masker adalah salah satu perawatan wajah yang banyak dilakukan wanita sejak dulu. Karena kemajuan teknologi kosmetik, masker sudah beredar dalam berbagai bentuk dan kandungan bahan kimia yang beragam. Namun, tak sedikit masker berbahan alami memiliki khasiat yang juga hebat. Salah satunya masker kefir.

Kefir adalah susu kambing atau susu sapi yang difermentasi menggunakan bibit buah kefir. Proses fermentasi susu berlangsung selama empat hari dan diselingi dengan proses pengadukan. Pengadukan berfungsi mempercepat pertumbuhan bakteri probiotik.

Kefir kini telah banyak dimanfaatkan sebagai masker wajah baik oleh wanita ataupun pria. Untuk memperoleh manfaat masker kefir dengan optimal, kamu perlu memerhatikan beberapa hal yang mendasar.

Masker berbahan alami memiliki manfaat yang khas terhadap jaringan kulit. Sehingga, sebelum menggunakan kefir sebagai masker, kamu wajib mengetahui efek penggunaan kefir yang sudah diteliti oleh para ahli.
1. Berfungsi Meredakan Inflamasi
Inflamasi atau peradangan terjadi saat jaringan kulit mengalami cedera. Radang muncul sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi mikroba atau senyawa yang mengiritasi kulit. Kulit yang mengalami inflamasi akan terlihat kemerahan, lebam, ruam, hingga mengalami luka.

Inflamasi pada kulit wajah dapat disebabkan oleh banyak hal contohnya kesalahan penggunaan produk kosmetik, alergi, sengatan serangga, infeksi bakteri atau jamur, atau penyakit kulit.

Selain digunakan sebagai masker, kefir juga dapat dikonsumsi rutin seperti halnya kamu mengonsumsi yoghurt. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan susu kambing atau sapi yang difermentasi dengan buah kefir lebih efektif dalam menangani inflamasi jika dibandingkan dengan serbuk biji buah kefir.

Metode penelitian yang dilakukan ini serupa dengan metode untuk menguji obat-obat kimia dengan fungsi anti-inflamasi seperti dexamethasone. Kemampuan kefir dalam meredakan gejala inflamasi ini dikaitkan dengan kandungan senyawa polisakarida di dalamnya.

2. Mampu Menangkal Bakteri dan Jamur
Sebuah penelitian menunjukkan manfaat kefir dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab gangguan pencernaan. Sedangkan penelitian lain mengemukakan bahwa kefir dalam bentuk gel memiliki efek perlindungan jaringan kulit terhadap infeksi bakteri S. aureus.

Efek tersebut berhubungan dengan pH kefir. Semakin lama proses fermentasi susu dilakukan maka derajat keasaman (pH) susu akan menurun. Dan semakin rendah derajat keasamannya maka semakin tinggi juga kemampuan susu fermentasi dalam menghambat pertumbuhan mikroba.

3. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka
Suatu penelitian telah menguji efek penyembuhan luka dari kefir. Uji tersebut dilakukan terhadap tikus dengan kerusakan jaringan kulit (lesi) dan telah mengalami infeksi bakteri P. aeruginosa.

Proses penyembuhan luka dilakukan dengan membandingan gel kefir pada waktu fermentasi yang berbeda-beda. Ternyata, semakin lama susu difermentasi maka proses penyembuhan luka pada jaringan kulit juga semakin cepat. Efek tersebut diduga berasal dari terbentuknya senyawa asam laktat, asam asetat, dan polisakarida dalam susu kefir.

4. Memiliki Efek Anti-penuaan
Kefir ternyata memiliki kandungan probiotik yang lebih banyak dibandingkan dengan yogurt. Susu fermentasi biji kefir ini memiliki sekitar 30 jenis bakteri dan ragi yang baik bagi kesehatan kulit dan pencernaan.

Radiasi sinar matahari dipercaya dapat menyebabkan terbentuknya flek hitam dan kerutan. Menurut penelitian, probiotik memiliki segudang manfaat bagi kulit.

Tak hanya mengatasi jerawat dan meredakan inflamasi akibat alergi, probiotik dalam susu kefir ternyata dapat membantu memperbaiki kulit dari kerusakan akibat paparan cahaya matahari.

5. Mengangkat Sel Kulit Mati
Penelitian menunjukkan bahwa kefir mengandung sejumlah bakteri penghasil senyawa asam laktat. Senyawa ini dapat berfungsi sebagai eksfoliator (agen pengelupas kulit) alami.

Menurut sebuah studi lain, senyawa asam laktat tidak hanya berfungsi untuk pengelupasan sel kulit mati, senyawa tersebut juga dapat memberikan efek anti-penuaan terhadap kulit kamu. Gunakan secara rutin untuk mendapatkan hasil maksimal.

6. Mengatasi Kulit Kering
Probiotik dalam masker kefir juga dapat membantu melembapkan kulit. Melembapkan kulit adalah salah satu cara untuk mencegah terbentuknya kerutan.

Kumpulan bakteri baik dalam susu fermentasi ini ternyata tak hanya mampu mengatasi kekeringan kulit akibat udara. Menurut sebuah penelitian, kulit kering yang disebabkan oleh eksim atau psoriasis juga dapat dikurangi dengan penggunaan rutin masker kefir.

Setelah mengetahui manfaat masker kefir menurut para pakar, ada baiknya kamu menerapkan tips untuk memperoleh manfaat masker kefir secara optimal.
1. Cuci Muka Sampai Bersih
Fungsi suatu masker akan menurun jika wajahmu masih dalam keadaan kotor dan penuh lapisan debu. Ingat, selalu pilih pembersih wajah yang mampu membersihkan hingga ke pori-pori kulitmu dan jangan lupa membaca cara mencuci muka yang benar ya!

2. Bantu dengan Uap
Sebagai persiapan tambahan kamu bisa melakukan proses uap pada wajah. Taruh semangkuk air panas, dan letakan wajah kamu di dekat uap air untuk beberapa saat. Kamu juga bisa menggunakan waslap yang sudah direndam pada air hangat untuk kemudian ditempelkan pada wajah bersihmu selama beberapa menit.

3. Gunakan Scrub
Jika kulitmu tidak berjerawat, kamu juga bisa menggunakan scrub berbahan ringan. Proses pengelupasan sel kulit mati dengan scrub dapat membantu masker kefir bekerja lebih optimal pada kulitmu. Namun jangan lakukan ini pada kulit yang mengalami iritasi ya!

4. Jangan Gunakan Masker Terlalu Lama
Menggunakan masker terlalu lama tidak selalu memberikan efek yang lebih optimal. Justru hal tersebut bisa menimbulkan iritasi kulit. Untuk itu gunakan masker dengan tepat. Waktu yang baik untuk mengaplikasi masker pada wajah berkisar 15-25 menit. Masker juga sebaiknya hanya digunakan satu hingga dua kali selama seminggu.

5. Bilas Wajah Hingga Bersih
Masker yang tidak dibersihkan secara sempurna dapat menyebabkan iritasi dan menimbulkan jerawat. Bersihkan wajah dengan air hangat-hangat kuku, berkali-kali dengan gerakan melingkar. Terakhir, bilas wajah kamu dengan air dingin.

6. Pahami Reaksi Masker Terhadap Wajah
Banyak orang tak mampu membedakan reaksi penyesuaian kulit dengan reaksi alergi. Perlu dipahami jika setelah penggunaan jangka panjang kulit ruam dan memerahmu tidak membaik atau bahkan bertambah parah, kamu mungkin alergi dan tidak cocok dengan masker berbahan susu.

Nah, itu dia sederet tips untuk mengoptimalkan manfaat masker kefir untuk wajah. Untuk merawat dan menyelesaikan permasalahan wajah, kamu juga perlu melakukan jenis perawatan lain seperti penggunaan pelembap wajah yang sesuai, rutin menggunakan tabir surya, penggunaan serum wajah yang cocok, dan konsumsi makanan untuk menjaga kesehatan kulit.

Sumber: http://bit.ly/2mLTIGv

Comments are closed.